Saturday, April 20, 2013

Kamu Tau Monyet Belanda?


Emang kayak bule sih ini Bekantan. Pirang-pirang mancung gitu.

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, bisa jadi ini disebabkan oleh seleksi alam. Tetapi di dalam dunia per-bekantan-an, ketampanan sang jantan diukur dari kebesaran hidungnya. Bekantan Betina lebih milih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya ini juga, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda.


Popularitas Bekantan

Beberapa dari kamu mungkin udah ga asing lagi sama Bekantan. Yap, Bekantan saat ini memang menjadi  maskot Dunia Fantasi Ancol dan maskot provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990.


Tempat Tinggal

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet.

Kamu mau ketemu Bekantan? Bisa kok. Saat ini mereka  masih dapat dijumpai di beberapa lokasi antara lain di Suaka Margasatwa (SM) Pleihari Tanah Laut, SM Pleihari Martapura, Cagar Alam (CA) Pulau Kaget, CA Gunung Kentawan, CA Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang. Juga terdapat di pinggiran Sungai Barito, Sungai Negara, Sungai Paminggir, Sungai Tapin, Pulau Bakut dan Pulau Kembang.




Kehidupan Sosial

Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa, dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yaitu kelompok yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding.


Skill Lain Selain Manjat Pohon

Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.


Ukuran Tubuh

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Bekantan betina berukuran sekitar 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar (buncit). Perut buncit ini sebagai akibat dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya yang selain mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian mereka juga memakan dedaunan yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna.


Konservasi Bekantan

Sejak tahun 2009, IUCN Red List memasukkan Bekantan (Nasalis larvatus) dalam status konservasi kategori Endangered (Terancam Kepunahan), setelah sebelumnya masuk kategori “Rentan” (Vulnerable). Selain itu Bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai Apendix I alias tidak boleh diperdagangkan secara internasional)

Pada tahun 1987 diperkirakan terdapat sekitar 260.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25.000. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat yang mulai beralih fungsi dan kebakaran hutan.

Ini ada web bagus buat kamu yang mau bantuin keberlangsungan hidup Bekantan, tinggal klik http://proboscismonkey.org/ . Ada tur buat jalan-jalan ketemu Bekantan juga loh...




No comments:

Post a Comment