Monday, April 15, 2013

Review Film: Java Heat




Denger-denger, minggu ini banyak film bagus di bioskop. Bingung mau nonton yang mana? Kalo bingung, Konde kasih pencerahan, sebuah review film Java Heat.


Waktu itu kita liat iklan Java Heat di tv, ngejual banget lah. Ada orang pake blangkon bawa-bawa bazooka trus jeddar! Ledakan. Kesan yang pertama muncul dari iklan itu pastinya adalah ini bukan film becanda. Ya menurut ngana aja, jarang-jarang film Indonesia yang berani bikin ledakan. Mahal bok! Kesan tersebut semakin diperkuat pas kita liat posternya. Pemain filmnya juga bukan becanda. Ada Kellan Lutz yang jadi anggota geng vampir Cullen dan aktor senior Mickey Rourke yang jadi musuhnya Iron Man di Iron Man 2. Aktor lokalnya pun juga yang sekelas Ario Bayu, Atiqah Hasiholan, dan lain-lain.

Java Heat dimulai ketika seorang warga negara Amerika bernama Jake (Kellan Lutz) diinterogasi polisi (Ario Bayu) karena dia menjadi saksi ledakan teroris yang menewaskan putri keraton (Atiqah Hasiholan). Usut punya usut, Jake yang ngakunya mahasiswa yang lagi studi di Indonesia itu ternyata bukan warga negara biasa. Investigasi pun terus dilakukan, yang semakin mengantarkan polisi ke kebenaran tentang ledakan dan siapa Jake sebenarnya. Apakah benar ledakan tersebut adalah ulah teroris? Kalau Putri Keratonnya mati di awal, kenapa Atiqah termasuk pemain inti? Terus Mickey Rourke-nya jadi siapa? Udah… Biar ga penasaran, ditonton aja ya. Mulai tayang di bioskop tanggal 18 April nanti.

Ngomong-ngomong, yang bikin Java Heat ini juga yang bikin film Merah Putih. Film Java Heat ngambil tempat di Jogja dan sekitarnya, termasuk Borobudur. Java Heat ini banyak banget ngangkat konten lokal kayak gimana kita salim sama orang tua, gimana kita pake batik, dan lain-lain. Katanya film ini targetnya bule ya? Mungkin bule-bule suka yang begitu.

Kalo dari segi memanjakan mata, agak kurang sih menurut kita yang awam soal produksi film. Apalagi pas gelap, banyak grainy-nya gitu, kayak kamera infra red. Mungkin masukan juga buat yang bikin film, besok-besok cahayanya ditambahin biar kualitasnya ga begitu amat. Overall lumayan, kita kasih ponten 70/100. Oiya, filmnya ditonton ya di bioskop. Atau kalo mau nunggu pinjem DVD juga boleh, tapi  yang original, jangan yang bajakan. Salam!

No comments:

Post a Comment